MENGAPA MEMILIH LPI AL-HAYYAN? #I

Lembaga Pendidikan Islam Al-Hayyan merupakan lembaga yang cukup istiqomah dalam mendidik dan memperbaiki prilaku umat.
Taktiknya yang terlihat lamban namun selalu istiqomah mampu mengubah tradisi-tradisi di masyarakat yang dirasa kurang mendidik. Contoh perubahan yang secara ajeg masih terus dilakukan adalah tradisi mercon, kuda kencak dan bunyi-bunyian.
Dalam rapat yang diadakan para pengasuh LPI Al-Hayyan beserta wali santri 12 Agustus 2023, Almarhum K. Maklum Ilyas (waktu beliau masih sehat) menyampaikan, bahwa untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dari akibat kecintaan kepada kuda kencak, LPI Al-Hayyan mengajak para wali santri yang belum dapat menahan diri dari keinginan untuk memeriahkan acara haflatul imtihan dengan kuda kencak, untuk memainkan kuda kencaknya di acara karnafal saja.
Tidak perlu mengadakan acara pesta di rumah. sebab sudah jamak diketahui, bila wali santri mengundang kuda kencak maka akan diikuti dengan adanya pesta di rumah wali santri tersebut. Hal ini yang kemudian bisa menyebabkan bangkrutnya perekonomian keluarga dan tentu juga akan berdampak pada suramnya masa depan putra-putri mereka.
Dalam kitab Ihya’Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bila kita tidak bisa mencegahnya dari kemaksiatan yang lebih besar maka kita bisa mengalihkan kepada kemaksiatan yang lebih kecil.
Pernyataan Imam Al-Ghazali ini memang cukup relevan digunakan di dunia pendidikan seperti halnya tradisi kuda kencak di lingkungan LPI Al-Hayyan.
Kesukaan masyarakat yang notabene sudah menjadi tradisi ini tentu tidak bisa dilepaskan dengan serta merta. perlu kesabaran dan dilakukan secara perlahan.
Dalam ajaran Islam metode ini dicontohkan dalam masalah perbudakan. Untuk menghentikan perbudakan yang sudah menjadi di Tanah Arab, Islam menyariatkan kewajiban memerdekakan budak untuk perkara-perkara tertentu. Dengan demikian perbudakan secara perlahan bisa dihapuskan.
